23 September 2008

Dia dan Aku yang Tak Tahu Diri

Puji syukurku kepadaMu ya Allah...
Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Ghafar, Ya Malikinnass, Ya Rabb..
Aku tak tahu apakah rasa syukur & puji2anku ini dapat membuatMu senang?

Karena...
Begitu banyak nikmat gratis yang telah kuterima dariMu ya Allah

Namun...
Entah berapa banyak wajah munafik yang kuperlihatkan kepadaMu ya Allah..
Entah berapa banyak ingkar yang telah kulakukan kepadaMu ya Allah..
Entah berapa banyak kebohongan yang kuperbuat kepadaMu ya Allah..
Entah berapa banyak kulupakan diriMu dalam keadaan senangku, sibukku, dan alasan lainnya..
Entah berapa banyak kuberpaling dari namaMu ya Allah..
Entah berapa banyak kunodai RamadhanMu ya Allah..
Entah berapa banyak durhakaku padaMu ya Allah..

Tetapi...
Dengan tak tahu diri mengharap pertolongan disaat kesulitan menemani
Dengan tak tahu diri mengharap khusnul khatimah
Dengan tak tahu diri mengharap mendapat nikmat kubur
Dengan tak tahu diri mengharap pertolongan di Padang Mahsyar
Dengan tak tahu diri mengharap kemudahan melewati Shirathalmustaqim
Dengan tak tahu diri mengharap syurga dengan dalih takut akan panas siksa neraka

Ya Allah...
Aku takut menemuiMu dangan keadaanku seperti sekarang..
Ya Allah...
Aku yang hina dina ini mengharap ampunan dan hidayahMu..
Ya Allah...
Ya Allah...
Ya Allah...
...

18 September 2008

Aneh

Akhir-akhir ini gw coba2 utk ngikutin berita yg ada, makin diliat makin aneh, atau mungkin emang gw yang aneh??? Sebetulnya siy bukan beritanya yang aneh, tapi...
Tapi yang mw gw tulis / komentarin disini cuma beberapa aja, yang menurut gw itu menarik.

Keanehan Pertama:
Sebetulnya ini bukan berita baru, tapi menurut gw ini belum basi juga, yaitu buntut dari insiden yang terjadi di Monas 1 Juni 2008, salah satunya adalah sidang Habieb Riziek, kayaknya sidang ini berat sebelah dan terkesan gak netral (menurut gw), dari yg gw baca2 siy katanya banyak saksi yg gak penting dihadirin (lupa lagi gw link-nya), masa pake ada diliatin majalah2 play boy yang disita dari kantor FPI, kan ketara bgt mw ngejatuhin nama Habieb Rizieq, weleh... dan klo diliat kebelakang lagi, gw jadi benci & panas sendiri klo ngeliat tingkah laku beberapa orang Islam yang munafik (gw juga gak bener2 amat orangnya, tp sadar yang mana yang bener & salah), masih ada.. aja yang ngebelain Ahmadiyah, palagi yang udah dikenal sbg ulama / kiyai, maksud gw disini Gus Dur & pengikut2nya (gw benci Ahmadiyah, tp lebih benci ma org Islam yg ngedukung / ngebela Ahmadiyah). Temen gw pernah bilang yang kurang lebih isinya "Habieb Riziek ngomong A dibilang provokasi, Gus Dur ngomong B dibilang demokrasi, makan tuh demokrasi!!!"

Keanehan Kedua:
Kejadian ini belum lama terjadi, yaitu rebutan zakat yang memakan korban nyawa, gw juga gak ngebaca bgt atw ngeliat bgt berita itu, tapi gw tau klo itu ada, bukan apa2, males gw bacanya gw klo inget gimana keadaan orang2 "diatas" sana dgn gaji yang amat2 berlimpah, sampe2 ada (mungkin banyak) yang lupa diri dgn maenan perempuan tanpa inget keadaan sekitarnya, boro2 rakyat dipikirin, keluarganya aja kagak itu mah!!! sadar Pak, sadar!!! Rasa kesian gw utk para korban jadi terforward ke rasa benci ma "org2" berpakaian safari itu!

Keanehan Ketiga:
Pertama salut utk KPI yang udah bisa ngambil keputusan yang isinya kurang lebih menyetop penayangan acara yang berbau kebanci-bancian, tapi masih ada.. aja yang protes sama keputusan itu, padahal latar belakang keputusan itu kan sbg pendidikan anak2. Supaya anak2 jgn disajenin tontonan yang berbau banci2an krn gak bagus utk psikologis anak, dgn tujuan meminimalisir kemungkinan adanya kelainan seksual yang terjadi pada anak tersebut. Dan padahal tuh gw yakin semua agama setuju dgn itu, jadi keputusan KPI itu bukan semata-mata karena dorongan MUI doang, tp masih ada.. aja yg ngait2in ma Islam (acara debat di TV One td malem). Katanya negara kita ini diatas UUD45, kagak nyambung kata gw!!! Tujuan utk mendidik para penerus bangsa dgn baik koq masih ada.. aja yang rese', dasar bencong...

Keanehan Keempat:
Satu lagi niy yang menarik perhatian gw, soal RUU Pornografi, padahal maksudnya baik & bagus, salah satunya kan utk lebih menjaga kehormatan cewek2, eh.. masih ada.. aja yang protes, dgn alesan kebebasan berkreatifitas lah (preeet), mengancam keutuhan bangsa lah (kata yg di Bali), bukannya negara kita akan lebih terhormat klo kelakuan & pakean kita lebih sopan? weleh...

Uaneh.. pokoknya, tapi ya itu lah emang "selalu terasa sangat pahit perjalan menjemput seuatu yang manis"

21 Agustus 2008

Mengenal Mirza Ghulam Ahmad "Dedengkot Ahmadiyah"

Mudah2an ada orang ahmadiyah yang baca niy...

Mirza Ghulam Ahmad, demikianlah nama pendiri jamaah Ahmadiyah yang terkenal akan kesesatannya itu. Namun sayang, tak banyak orang mengenali sosok Mirza Ghulam Ahmad dengan keanehan dan kesesatannya sehingga tak sedikit yang terjerumus mengikutinya dan meninggalkan Agama yang Haq ini (Islam).

Mirza Ghulam Ahmad yang lahir pada tahun 1839M menceritakan bahwa ayahnya bernama Atha Murtadha berkebangsaan mongol. (Kitab Al-Bariyyah, hal. 134, kary. Mirza Ghulam Ahmad). Namun anehnya, ia juga mengatakan “Kelurga dari Mongol, tetapi berdasarkan firman Allah, tampaknya keluargaku berasal dari Persia, dan aku yakin ini. Sebab tidak ada yang mengetahui seluk-beluk keluargaku seperti berita yang datang dari Allah Ta’ala.” (Hasyiah Al-Arba’in, no.2 hal.17, karya Mirza Ghulam Ahmad). Dia juga pernah berkata, “Aku pernah membaca beberapa tulisan ayahku dan kakekku, kalau mereka berasal dari suku mongol, tetapi Allah mewahyukan kepadaku bahwa aku dari bangsa Persia.” (Dhamimah Haqiqatil Wahyi, hal.77, kary. Mirza Ghulam Ahmad). Yang anehnya lagi, ia juga pernah mengaku sebagai keturunan Fathimah bin Muhammad. (lihat Tuhfah Kolart, hal. 29).

Aneh memang jika kita menelusuri asal usul Mirza Ghulam Ahmad. Dari asal-usul yang gak jelas inilah yang kemudian lahir juga pemahaman-pemahaman yang aneh dan menyesatkan.

Keadaan Keluarga Mirza Ghulam Ahmad

Mirza Ghulam Ahmad, pendiri jamaah ahmadiyah ini menceritakan keadaan keluarganya yang ditulisnya dalam kitab Tuhfah Qaishariyah, hal 16 karangannya, ia berkata, “Ayahku memiliki kedudukan dikantor pemerintahan. Dia termasuk orang yang dipercaya pemerintah Inggris. Dia juga pernah membantu pemerintah untuk memberontak penjajah Inggris dengan memberikan bantuan kuda dan pasukan. Namun sesudah itu, keluargaku mengalami krisis dan kemunduran, sehingga menjadi petani yang melarat.”

Kebodohan-kebodohan Mirza Ghulam Ahmad

Ia berkata, “Sesungguhnya saat Rasulullah dilahirkan, beberapa hari kemudian ayahnya meninggal.” (Lihat Baigham Shulh, hal.19 karyanya).
Kata apa yang pantas kita juluki untuk orang yang satu ini, kalau bukan “bodoh” ? Padahal yang benar adalah bahwa ayah Rasulullah meninggal ketika beliau berada dalam kandungan ibunya.
Kebodohan lainnya nampak jelas dalam kitabnya Ainul Ma’rifah hal.286, ia berkata, “Rasulullah memiliki sebelas anak dan semuanya meninggal.”
Padahal, yang benar adalah bahwa beliau (Rasulullah) hanya memiliki 6 orang anak.
Bagaimana mungkin orang seperti Mirza Ghulam Ahmad ini mengaku Al-Masih ?

Kebejatan Mirza Ghulam Ahmad

Orang yang diagung-agungkan oleh pengikutnya ini memiliki banyak kebejatan yang tak layak dimiliki oleh orang yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulullah. Ia tidak hanya menghina para ulama, bahkan ia juga menghina Para Rasul-rasul Allah.

Banyak dari kalangan ulama pada masanya yang menentang ajaran-ajaran “nyeleh” dedongkot Ahmadiyah ini. Bukannya membantah dengan bukti-bukti, Mirza Ghulam Ahmad malah menghina dengan mengatakan, “Orang-orang yang menentangku, mereka lebih najis dari Babi.” (Najam Atsim, hal.21 karyanya)

Ia juga pernah mengatakan, “Sesungguhnya Muhammad hanya memiliki tiga ribu mukjizat saja, sedangkan aku memiliki lebih dari satu juta jenis.” (Tadzkirah Syahadatain, hal.72, karyanya)

Tidak puas menghina Rasulullah Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, Mirza Ghulam Ahmad juga menghina Nabi Isa dengan mengatakan, “Sesungguhnya Isa tidak mampu mengatakan dirinya sebagai orang sholih, sebab orang-orang mengetahui kalau dia suka minum-minuman keras dan perilakunya tidak baik.” (Hasyiyah Sitt Bahin, hal.172, karyanya).

Masih tidak puas dengan hal tersebut, Mirza Ghulam Ahmad juga mengatakan, “Isa cenderung menyukai para pelacur, karena nenek-neneknya adalah termasuk pelacur.” (Dhamimah Atsim, Hasyiyah, hal. 7, karyanya)

Dan yang sangat mengherankan adalah, pada kesempatan lain ia juga “bersabda” dalam hadits palsunya, “Sesungguhnya celaan, makian bukanlah perangai orang-orang shiddiq (benar). Dan orang-orang yang beriman, bukanlah orang yang suka melaknat.” (Izalatul Auham, hal.66)

Lelucon apa ini ?

Masih dalam rangkaian kebejatan Mirza Ghulam Ahmad

Rupanya orang yang diagung-agungkan dan merupakan dedengkot Ahmadiyah ini, tidak hanya menghina Rasulullah, tetapi ditambahkan lagi dengan menghina para Sahabat Rasulullah seperti Abu Hurairah.

Mirza Ghulam Ahmad mengatakan, “Abu Hurairah adalah orang yang dungu, dia tidak memiliki pemahaman yang lurus.” (I’jaz Ahmadiy, hal.140, karyanya)

Sementara itu, ditempat lain ia mengatakan, “Sesungguhnya ingatanku sangat buruk, aku lupa siapa saja yang sering menemui aku.” (Maktubat Ahmadiyah, hal.21 karyanya)

Kematian Mirza Ghulam Ahmad

Tidak sedikit para ulama yang menentang dan berusaha menasehati Mirza Ghulam Ahmad agar ia bertaubat dan menghentikan dakwah sesatnya itu. Namun, usaha itu tidak juga membuat dedengkot Ahmadiyah ini surut dalam menyebarkan kesesatannya.

Syeikh Tsanaullah, satu diantara sekian banyak ulama yang berusaha keras menentangnya dan menasehatinya. Merasa terganggu dengan usaha Syeikh Tsanaullah tersebut, Mirza Ghulam Ahmad mengirimkan sebuah surat kepada Syeikh Tsanaullah yang berisi tentang keyakinan hatinya bahwa ia adalah seorang nabi, bukan pendusta, bukan pula dajjal sebagaimana julukan yang diarahkan kepadanya oleh para ulama. Ia juga mengatakan bahwa sesungguhnya yang mendustakan kenabiannya itulah pendusta yang sesungguhnya.

Diakhir suratnya itu, ia berdo’a dengan mengatakan, “Wahai Allah yang maha mengetahui rahasia-rahasia yang tersimpan dalam hati. Jika aku seorang pendusta, pelaku kerusakan dalam pandangan-Mu, suka membuat kedustaan atas Nama-Mu pada siang dan malam hari, maka binasakanlah aku saat Tsanaullah masih hidup, dan berilah kegembiraan kepada para pengikutnya dengan sebab kematianku.

Wahai Allah, jika aku benar sedangkan Tsanaullah berada diatas kebathilan, pendusta pada tuduhan yang diarahkan kepadaku, maka binasakanlah dia dengan penyakit ganas, seperti tho’un, kolera atau penyakit lainnya, saat aku masih hidup. Amin”

Sebuah do’a mubahalah yang dipinta Mirza Ghulam Ahmad. Dan ternyata Allah mendengar doa tersebut, setelah 13 bulan lebih sepuluh hari setelah do’a itu, yakni pada tanggal 26 Mei 1908, Mirza Ghulam Ahmad dibinasakan oleh Allah dengan penyakit Kolera yang diharapkan menimpa Syeikh Tsanaullah.

Sementara itu Syeikh Tsanaullah masih hidup sekitar 40 tahun setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad.


sumber


Buat gw, gw benci bgt yang namanya ahmadiyah & pengikut2nya, tp gw lebih benci lagi sama org2 yang mendukung ahmadiyah terlebih dia adalah org Islam & dikenal juga oleh masyarkat luas seperti Gusdur & antek2nya

07 April 2008

Bahasa Inggris & Bahasa C

Buat temen2 yang belom beli atau ngopy CD bahasa inggris, ini gw kasih gratisannya, silahkan dah lw2 pade download dimari
and buat yang belom punya program bahasa C, download dah dimari..

04 April 2008

Kagum

Singkat aja siy yg mw gw posting, ceritanya tadi pagi tuh kayak biasa gw berangkat gawe, kayak biasa juga macet2an lewat Kramat Jati :d. Selagi bawa motor gw ngeliat satu pemandangan yg lumayan ngebuat gw... ya bisa dibilang kagum lah,,
Pemandangan itu dari sebuah angkot 06 yg ada didepan gw, kenapa? Dibelakang angkot itu ada tulisan, pertama sekilas gw kira tulisannya "jaga jarak anda", eh ternyata pas gw tegesin "jaga shalat anda". nyesss langsung didada ini, gw liat lagi dibawahnya, karena tulisannya ada dua, satu diatas plat nomor, dan satunya lagi dibawah plat nomor. Sekali lagi sekilas gw pikir tulisannya "utamakan keselamatan", ternyata pas ditegesin lagi "utamakan berjamaah". Wah, dahsyat itu sopir atau siapalah yg masang itu tulisan, pokoknya yang pasti dia udah bisa berdakwah dengan caranya sendiri, semoga Allah merahmatinya! amin, salut buat dia.
Padahal saat itu juga dikepala gw langsung masuk sebuah pikiran tentang kelakuan sopir2 yang suka ugal2an dijalan, atau ambil kiri kanan tanpa ngasih lampu sign, tapi apa "Si Supir" itu juga??? Ya terlepas dari itu yg pasti orang yang udah berdakwah itu hebat, dan sekaligus udah negur gw juga, yang sesekali masih bolong2 shalatnya, astaghfirullah...